Review Sarung Tangan RS Taichi RST 390. Setelah Lama Bersama....
Heya, selamat pagi :) Maaf sedikit writer block pemirsa. :P
Padahal mah writer block nya banyak. lol
Nah, iseng-iseng lihat apa yang ada di rumah, langsung teringat deh (ciee) sarung tangan penulis yang masih dipakai sampai sekarang. Yep, Glove RS Taichi RST 390.
| Maaf kalau kusam. Ini sarung tangan sudah menemani dari tahun 2013. Lah, udah 7 tahun dong. |
Ceritanya sih waktu itu (tahun 2013 berarti) aku cuma niat lihat-lihat helm. Biasa lah yah update harga sama menilai tingkat valuabilitas (apa sih?) helm. lol. Lagi iseng ke daerah sarung tangan eh kok ada yang aneh.
Ternyata tokonya jual sarung tangan RS Taichi ini.
Hmm, hati mulai terguncang nih, dicoba dan ditanya berapa, Uh wow. Harganya boljug nih. Lihat dompet (yang pas-pasannya ada) langsung beli deh.
Skip penggunaan selama 7 tahun (lol) mari kita bahas satu-satu :)
Tampilan
Mirip RST 391 sih. Perbedaannya? Hm, kurang tahu juga. Mungkin beda di kenyamanan dan peruntukannya. CMIIW
Nah, untuk penulis sendiri sih tampilan itu serba relatif. Keren? Nggak juga. Minimalis? knuckle protector-nya besar, nggak minimalis. Tapi, penulis suka garis merah di sarung tangan ini. Kalo beli barunya sebenernya bagus loh. Yah, namanya juga pemakaian kuli. Perlahan tapi pasti akan hilang sinarnya. lol
Fitur Keamanan
Knuckle protector yang bermotif serat karbon ini hanyalah Tuhan dan RS Taichi yang tahu kalo ini beneran serat karbon atau bukan (hehehe). Pelindungnya nggak nge-bend / nekuk kalo tangan kita lagi posisi mengepal. Tapi yah jangan dipaksain, sekuat-kuatnya bahan material kulit disekitar protector pasti ada resiko bakal sobek juga. Kemudian, terdapat lapisan pelindung tulang karpel. Itu tuh tulang yang menonjol di pergelangan tangan. Simpel sih tapi penting lho. Yaaaa kalo dibandingkan ama Alpinestar(s) S1 sih pelindungnya lebih kecil. Tapi yah lumayan lah.
Perekat sarung tangan menggunakan bahan velcro aka perepet. Kita bisa tahu dia anggota BIN atau bukan dilihat dari cara dia membuka velcro lho (lol). Tenang, pemakaian baru rekat banget kok. hehehe
| Kelihatan kan garis pudar di daerah pelindung knuckle? Itu karena bahan kulit yang terus merenggang dengan ujung pelindung knuckle. :) |
Fitur Kenyamanan
Untuk komposisi bahannya penulis lupa. Maklum tulisan komposisi materialnya udah gak ada (inget yah, dari tahun 2013 nih penggunaannya). Tapi kayaknya sama deh kayak foto dari blog nya monkeymotoblog.com (cek disini).
Banyaknya lubang aliran udara pada sarung tangan ini membuat nyaman pengendara tanpa perlu khawatir perasaan keringatan. Pinternya lagi, dipinggir jari-jari sarung tangan ini menggunakan jaring mesh. Cerdik banget nih triknya. Jadi, kalo dilihat secara sekilas, sarung tangan ini terlihat menutupi jari, tapi ternyata pinggirannya menggunakan jaring mesh yang membuat udara masuk dengan mudah dan meningkatkan kenyamanan. Salut idenya nih RS Taichi. *thumbs up*
Banyaknya lubang aliran udara pada sarung tangan ini membuat nyaman pengendara tanpa perlu khawatir perasaan keringatan. Pinternya lagi, dipinggir jari-jari sarung tangan ini menggunakan jaring mesh. Cerdik banget nih triknya. Jadi, kalo dilihat secara sekilas, sarung tangan ini terlihat menutupi jari, tapi ternyata pinggirannya menggunakan jaring mesh yang membuat udara masuk dengan mudah dan meningkatkan kenyamanan. Salut idenya nih RS Taichi. *thumbs up*
![]() |
| Kiri : Tidak terlihat kan? Kanan : Tadaa! Jaring mesh. jari kita kelihatan loh :) |
Bahan Kain di dalam sarung tangan ini lembut kok. Kalau dilihat secara pribadi sih, ada 2 tipe bahan yang dipakai didalam sarung tangan ini, bagian telapak tangan menggunakan kulit lembut dan bagian punggung tangan menggunakan jaring mesh, lagi-lagi supaya udara bisa menyusup masuk ke dalam sarung tangan pengendara. Jadi dalemannya juga di desain untuk mengalirkan udara ke tangan. Gak cuma asal bikin aja. :)
Pengalaman Pemakaian
Sarung tangan ini memang sudah sehati dan pas dengan keperluan penulis sendiri, bahkan penulis merasa bersyukur punya sarung tangan ini karena dapat memenuhi ekspektasi dari sarung tangan yang penulis perlukan.
Walau ini sarung tangan kulit, penulis tidak merasakan kesan gerah. Sarung tangan ini memang memiliki ventilasi yang baik ke tangan dan sangat nyaman digunakan di daerah panas atau musim kemarau. RS Taichi RST 390 ini memenuhi kebutuhan perlindungan dan kenyamanan penulis tanpa terkesan memaksakan.
Ada orang yg pengen kelihatan keren sampai pake sarung tangan balap buat riding ke kantor atau kegiatan sehari hari. Proteksinya sih mantap, tapi kalo gerah malah pengen gak make sarung tangan sekalian,
![]() |
| Tampilan telapak tangan RST 390. Beludru di bagian sela jempol dan telunjuk supaya nge-grip ke stang. |
Feeling menyentuh pada RS Taichi RST 390 ini masih cukup bagus. Aktivitas di atas motor seperti memutar gas, rem, menekan klakson, lampu sein dan mengenakan, mengunci, membuka tutup ventilasi di helm, sarung tangan ini masih terasa feeling menyentuhnya, berbeda dengan sarung tangan balap yang penulis aja sampai gak tahu lagi pegang apaan. lol
Aktifitas buka rekat sarung tangan pun mudah, walau karet untuk merekat velcro lama-kelamaan melengkung keluar sehingga setelah pemakaian 2-3 tahun mulai terasa kurang merekat. Untung ukurannya L, jadi cuma lepas doang. Coba kalo XL kan jadi Xtra Lepas. *badum tsss*
Untuk titik tekanan atau stress point nya, penulis kurang tahu. Penulis belum pernah punya motor nunduk. jadi belum tahu apakah padding di telapak tangan cukup nyaman untuk meredap berat dari badan pengendara atau tidak. Tapi pengalaman penulis sih (kalau pake matic sama bebek) oke-oke aja dibawa riding di atas 3 jam. Boleh lah di share pengalamannya di kolom komentar :)
Hujan? waduh, maaf, bukan peruntukannya. :)
Kesimpulan
Kesimpulan dari Sarung tangan RS Taichi RST 390 ini adalah sebagai berikut :
Kelebihan
+ Nyaman dan alur udara sangat baik.
+ Feeling memegang grip cukup baik.
+ Luwes dan ringan. Everyday riding glove deh
+ Awet? Gemana org nya juga sih. hehehe
Kekurangan
- Pelindung knuckle kurang fleksibel, jadi sarung tangan tidak mengikuti bentuk tangan. alasan kedua sih takut sobek di jahitannya. hehehe.
- Perekat velcro tidak terlalu merekat dengan baik setelah 2-3 tahun.
- Bukan sarung tangan untuk semua musim. kalau hujan mending pakai sarung tangan pinggir jalan deh. sayang. Terus kalo dingin (dingin gunung), gak terlalu bikin hangat. Malah kayak yang gak pake sarung tangan.
Selamat Malam :)



Comments
Post a Comment